APA YANG BAIK BAGI ALLAH
Roma 12:1-2 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Tuhan Menginginkan agar setiap umatNya mengalami Proses Perubahan hidup dimulai dari Perubahan akal budi dan dimanifestasikan didalam kehidupan keseharian lewat perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan sesuai dengan kehendak Allah yang adalah Perintah Allah bagi setiap Kita.
Ada 3 hal yang akan kita pelajari Bersama-sama dalam renungan ini, yang berkaitan dengan Apa yang baik, yaitu:
1.
Standar Allah tentang apa yang baik (Menurut kehendak Allah),
2.
Membedakan apa yang baik menurut kehendak Allah,
3. Melakukan apa yang baik menurut kehendak Allah.
1. Standar Allah Tentang Apa Yang Baik (Menurut Kehendak Allah)
Kebaikan kehendak Allah
(atau sesuatu yang baik didalam Kehendak Allah) adalah kebaikan yang tidak bisa
dipisahkan dari sifat2 dan natur Allah sebagai
Allah yang kekal, Allah yang kudus, Allah yang adil, Allah yang benar dan Allah
yang sempurna.
Apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Konsep dan standar kebaikan menurut Allah berbeda dengan manusia. Apa yang baik dari Allah belum tentu diterima oleh manusia sebagai hal yang baik.
Sesuatu yang baik menurut Allah belum tentu baik menurut Manusia. Kita tidak bisa melihat kebaikan Allah dalam hidup ini secara Parsial atau separuh, tapi harus melihat secara utuh.
Untuk memahami kehendak Allah itu adalah apa yang baik, maka kita harus memahami bahwa kehendak Allah tentang apa yang baik itu pasti tidak bertentangan dengan sifat atau natur-Nya.
Ini berarti apa yang baik sesuai kehendak Allah itu pasti sesuatu yang kudus dan benar. Oleh karena itu kebaikan Allah tersebut tidaklah harus bersifat menyenangkan bagi kita. Allah selalu bertindak sesuai dengan karakter-Nya yang kekal, tidak berubah dan pada dasarnya baik.
Firman Tuhan dalam Yakobus 1:17 menyatakan bagi kita bahwa setiap yang baik dan yang sempurna merupakan pemberian Allah. Dia bukan hanya merupakan standar tertinggi dari apa yang baik, melainkan juga sumber dari semua kebaikan.
Dengan demikian kita tidak bisa berharap bahwa Allah yang memiliki kehendak tentang apa yang baik akan memenuhi semua hal yang kita butuhkan. Artinya ketika menjawab doa atau pergumulan kita, Allah mengetahui apa yang terbaik bagi kita sesuai standar kehendak-Nya. Sehingga apabila doa kita belum dijawab atau tidak dikabulkan, percayalah bahwa Allah memiliki rencana yang terbaik bagi kita meskipun sekarang kita belum mengetahuinya.
Roma 8:28 mengatakan:
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
2. 2. Membedakan
Apa Yang baik Menurut Kehendak Allah
Tidak ada seorangpun yang bisa membedakan apa yang baik menurut kehendak Allah jika ia belum mengalami pembaharuan budi. Artinya tanpa pembaharuan budi, seseorang tidak mampu membedakan hal apa yang baik sesuai dengan kehendak Allah.
Pembaharuan budi yaitu perubahan
pola pikir ini dapat terjadi secara seketika (radikal) waktu seseorang
bertobat/lahir baru namun juga terjadi secara terus menerus (progresif) selama
ia menjalani kehidupan pertobatannya. Untuk itu setiap hari kita perlu mengisi
pikiran kita dengan kebenaran. Ketika pikiran kita dibaharui dengan kebenaran
barulah kita dapat membedakan apa yang baik menurut kehendak Allah.
Orang yang belum mengalami
pembaharuan budi hanya akan menerima semua yang dianggapnya baik menurut
pikirannya sendiri.
Orang
yang belum mengalami pembaharuan budi hanya akan menerima semua yang
dianggapnya baik menurut pikirannya sendiri. Ia akan bersungut-sungut, protes,
kecewa bahkan putus asa dan meninggalkan Tuhan karena hal-hal yang terjadi
dalam hidupnya tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan tentang kebaikan Tuhan.
Orang
yang belum mengalami pembaharuan budi akan berkata; katanya kehendak Tuhan itu
adalah apa yang baik, kok saya alami seperti ini? Apakah Tuhan itu buta, tuli
dan tidak punya kuasa apa-apa sehingga hal buruk ini terjadi pada saya?
Bukannya mengoreksi diri dan merendahkan diri serta mencari wajah Tuhan, ia
justru melakukan sesuatu menurut keinginannya sendiri yang ia pandang baik.
Sekalipun yang ia lakukan adalah dosa, bertentangan dengan firman Tuhan, namun
karena baik dalam pemikirannya, maka ia melakukannya.
Setiap tindakan kita ditentukan dari
apa yang kita pikirkan. Mungkin hal inilah yang mendasari lahirnya ungkapan “kamu
adalah hasil produk dari pikiranmu sendiri.” Oleh karena itu kita tidak
perlu heran jika orang menggelapkan uang perusahaan dan korupsi uang negara
meskipun ia beragama Kristen. Jangan kaget ketika kita mendengar atau membaca
berita ada pelayan Tuhan bahkan pendeta selingkuh dengan jemaatnya.
Memang kita masih ada di dunia
namun kita tidak boleh hidup secara duniawi. Kita harus menawan pikiran kita
dan menaklukkannya kepada Kristus. Itu sebabnya penting bagi kita untuk
membangun relasi yang akrab dengan Tuhan melalui membaca dan merenungkan firman
Tuhan secara teratur setiap hari sehingga kebenaran – kebenaran tersebut
membaharui pikiran kita secara terus menerus dan membuat kita bisa membedakan
apa yang baik sesuai kehendak Allah.
3. 3. Melakukan
Apa Yang Baik Menurut Kehendak Allah
Perbuatan baik adalah Identitas
dan tanggung Jawab dari Orang Percaya.
Saya sangat percaya bahwa Tuhan menciptakan
kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik. Kita tidak didesain untuk
melakukan kejahatan atau hal-hal yang buruk. Namun, tidak dapat dipungkiri
bahwa terkadang hal-hal yang buruk masih kita lakukan dalam hidup kita.
Tujuan dari panggilan
kita sebagai orang percaya adalah untuk melakukan apa yang baik menurut
kehendak Allah. Hal ini sesuai dengan firman Tuhan yang ditulis dalam Efesus
2:10 yaitu: “Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk
melakukan pekerjaan baik, yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya bagi kita.
Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Kita
menjadi ciptaan baru dalam Kristus bukan hanya sekedar untuk tahu standar
kehendak Allah tentang apa yang baik. Bukan juga hanya untuk supaya bisa
membedakan apa yang baik, namun lebih dari itu kita harus melakukan apa yang
baik tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari. Allah menghendaki agar apa yang
baik yang telah Ia persiapkan bagi kita itu termanifestasi dalam seluruh sikap,
perkataan dan perbuatan kita.
Alkitab
berkata bahwa kita harus berbuat baik supaya orang lain yang melihat perbuatan
baik kita akan memuliakan Bapa disurga (Mat 5:16). Ini bukanlah perkara yang
sederhana. Harus disadari bahwa kemanapun kita pergi, dimanapun kita berada,
kita sebagai orang Kristen membawa nama Kristus dalam hidup kita. Oleh karena
itu kita harus menjaga pikiran, perkataan, dan juga perbuatan kita. Tentu dalam
hal ini, jika hidup kita masih berantakan didalam dosa, apalagi dosa-dosa yang
tidak jauh beda dengan apa yang dilakukan orang-orang yang beragama lain atau
tidak beragama, maka apa bedanya kita dengan mereka.
Harus
kita sadarai bahwa jika kita masih hidup didalam dosa, masih melakukan
kejahatan, maka kita tidak sedang memuliakan nama Tuhan.
Hidup
kita yang benar saja belum tentu cukup untuk membawa orang lain mengenal Tuhan,
apalagi jika hidup kita masih bermasalah dan tidak lebih baik dari kehidupan
orang lain.
Untuk mengetahui perbuatan baik kita apakah sudah sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak, maka ada beberapa hal yang harus dipenuhi yaitu :
a. a. Bukan
sekedar kebiasaan atau tradisi yang berlaku dalam masyarakat.
Kebaikan didalm dunia ini Relatif.
Tergantung Mayoritas. Kalau banyak orang melakukan itu bisa menjadi sebuah
kebenaran/hal yang baik.
Kalau kita mengerti kehendak Allah
tentang apa yang baik, maka jika mayoritas orang melakukan suatu sesalahan atau
kejahatan yang menurut mereka itu baik, maka kita akan tetap berdiri
mempertahankan apa yang baik menurut kehendak Allah.
b. Timbul dari iman yang benar (dilakukan karena, bukan agar).
Kita melakukan kebaikan karena Iman kita kepada Kristus sebagai Tuhan yang baik.
c. c. Tidak
bertentangan dengan perintah Allah dalam kitab suci (2 Tim 3:16,17).
d. Untuk kebesaran dan kemuliaan nama Tuhan.
Lewat
hidup kita Tuhan dimuliakan, bahkan orang2 akan memuliakan Tuhan yang kita
sembah karena Perbuatan baik yang kita lakukan.
Penutup:
Apa
yang baik bagi kita telah Allah persiapkan sebelum kita dilahirkan dan ada di
dunia ini. Hanya saja pikiran kita tidak mampu memahami rancangan Allah tentang
apa yang baik menurut kehendak-Nya atas hidup kita. Hal inilah yang seringkali
membuat kita bersungut-sungut, marah, protes, bahkan kecewa dengan Tuhan atas
kenyataan hidup yang kita alami.
Tuhan Menginginkan agar setiap
umatNya mengalami Proses Perubahan hidup dimulai dari Perubahan akal budi dan
dimanifestasikan didalam kehidupan keseharian lewat perbuatan-perbuatan baik
yang kita lakukan sesuai dengan kehendak Allah yang adalah Perintah Allah bagi
setiap Kita.
🙏🙏
BalasHapus