INTIMACY WITH GOD

         Sebagai orang-orang percaya Proses yang Allah kerjakan dalam hidup kita tujuannya adalah membentuk kita menuju kepada keserupaan Kristus. Proses menuju keserupaan Kristus harus dimulai dengan sebuah relasi yang kita bangun Bersama Tuhan yang sifatnya intens, dan konsisten.

Keintiman dengan Tuhan adalah persekutuan pribadi dengan Tuhan dalam hadiratNya yang melibatkan tubuh, jiwa dan roh yang berserah dan menjadi milik-Nya dalam kehendakNya.

Kata intim menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan sebagai akrab, karib, rapat, hubungan (pergaulan, persahabatan).

Dalam kamus Webster “Intimacy” diartikan sebagai Close familiarity or fellowship; nearness in friendship, yaitu keakraban yang dekat atau persahabatan; kedekatan dalam persahabatan.

Sebelum Adam berdosa di Taman Eden (Kejadian pasal 3), baik Adam dan Hawa mengenal Allah pada tingkatan yang pribadi dan intim. Mereka berjalan dengan-Tuhan di Taman Eden dan berbicara langsung kepada-Nya. Dari semula Allah menghendaki supaya manusia tetap bersekutu dengan Dia. Tetapi karena dosa, manusia menjadi terpisah dan terputus dari Allah dan terjadi masalah relasi antara manusia dengan Tuhan.

Kedatangan Kristus lewat pengorbananNya di Kayu Salib membuka Kembali akses relasi antara manusia dan Bapa yang terputus selama ini akibat Dosa. Kita sungguh-sungguh mengakui kalau kita adalah orang berdosa sehingga melalui iman, kita menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, membuka kembali akses kepada kita untuk berelasi dengan Bapa di Surga.

Hubungan yang dalam dengan Tuhan dapat dibangun dengan duduk diam bersamaNya, mengingat kebaikan dan KasihNya, berbicara kepadaNya, mendengarkanNya dan meluangkan waktu untuk membaca Firman dan merenungkanNya.

Jika kita ingin mengalami keintiman dengan Tuhan bangunlah kehidupan rohani kita? Kita tidak bisa mengalami kedekatan dengan Tuhan, jika kita hanya sibuk memenuhi keinginan-keinginan daging kita?

Membangun keintiman dengan Tuhan membutuhkan komitmen yang kuat dan bukanlah suatu hal yang mudah karena keinginan daging kita seringkali menolaknya. Keinginan daging ini harus benar-benar di matikan, sampai yang tersisa hanya keinginan Roh dan itu membutuhkan pengorbanan, sangkal diri, pikul salib, dan bayar harga.

Kitab Suci menunjukkan kepada kita bahwa Allah dekat dengan orang-orang yang mengasihiNya dan percaya kepada-Nya. Semakin kita mengasihi dan mempercayai Tuhan, semakin dekat kita mengenal Dia. Rasa jauh dari Tuhan seringkali disebabkan oleh gangguan kepercayaan, seperti dosa, kekecewaan, kepahitan, iri hari, dll.

Semakin seseorang intim dengan Tuhan, semakin dia menjauh dari keinginan-keinginan duniawi, kenapa karena keintiman dengan Tuhan akan semakin membawa kita berpusat kepada kehendak Tuhan.

Semakin banyak waktu yang kita luangkan Bersama Tuhan semakin membuat kita terlatih untuk mendengar SuaraNya. Ia akan mulai menyampaikan pikiran-pikiranNya dalam hati kita. Jika saat ini kita terlibat dalam pelayanan, tetapi tidak memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, ini waktunya untuk kita memperbaiki prioritas kita.

Seharusnya pelayanan kita adalah produk dari perjumpaan pribadi dan hubungan kita dengan Allah, bukan sebaliknya.

Pelayanan dapat membuat kita menjadi kering apabila kita tidak memiliki keintiman dengan Tuhan. Hubungan kita dengan Tuhan merupakan hal yang terpenting agar kita memiliki kehidupan yang penuh sukacita dan menyenangkan hati Tuhan.

Kisah tentang maria dan marta (Lukas 10:38-42) memberikan gambaran kepada kita bahwa keintiman dengan Tuhan adalah prioritas yang harus kita bangun. Maria mendapat tempat terbaik dihati Tuhan Ketika dia memilih untuk duduk dikaki Tuhan dan membangun berelasi dengan Tuhan (Simbol dari Hubungan dan Aktivitas)-Dikombinasikan akan sangat baik (Aktivitas/pelayanan adalah produk dari hubungan/Relasi)

Pertanyaan bagi kita adalah kenapa kita perlu membangun keintiman dengan Tuhan?

1.     1. Keintiman membawa kita kepada pengenalan yang benar akan Tuhan

 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. (2 Petrus 3:18)

         Inti dari perjanjian baru kasih karunia adalah persekutuan. Kasih karunia Tuhan memampukan kita untuk bertumbuh dalam keintiman dengan Tuhan. 

“Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus." 

Dalam ayat renungan ini, kasih karunia dihubungkan dengan pengenalan akan Tuhan. Bagian paling strategis dari pertumbuhan rohani adalah persekutuan yang semakin erat dengan Allah. Apa yang Kristus lakukan tujuannya adalah untuk mengembalikan pola relasi yang sudah di design Allah sebelum manusia jatuh kedalam dosa.

Paulus berdoa untuk orang-orang percaya di Kolose: “Sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah” (Kolose 1:10).

Pribadi Tuhan dan segala atributNya yang khas hanya dapat kita kenal/ketahui lewat suatu hubungan yang bersifat pribadi/personal, dekat dan terus menerus/Konsisten.

Saya percaya bahwa tokoh2 alkitab seperti Raja Daud, Daniel, Abraham, Yusuf, Rasul Paulus, murid2 Yesus, dll. Mereka mendedikasikan waktu mereka untuk berelasi dengan Tuhan sehingga mereka memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan yang mereka Sembah. Mereka berani memberikan yang terbaik  yang mereka punya kepada Tuhan bahkan hidup mereka.

Tidak ada warisan yang lebih berharga yang bisa kita berikan kepada anak/cucu kita atau generasi yang akan datang selain pengenalan/atau takut akan Tuhan. (Uang dan Harta akan mereka habiskan tetapi Pengenalan Akan Tuhan berdampak sampai kekekalan).

Daniel contoh seseorang yang membangun keintiman dengan Tuhan secara Konsisten dengan berdoa selama 3x sehari.(Pengenalan dan Iman Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego akan Tuhan, tidak dipengaruhi oleh keadaan dan penderitaan bangsa Israel waktu itu).

Kehendak Tuhan dalam kita adalah supaya kita hidup dalam Firman-Nya. Hal ini membuat kita mampu untuk bertumbuh di dalam kasih karunia-Nya supaya kita dapat mengenal Dia lebih dalam lagi.

 

2.     2. Keintiman yang didasari Kasih yang tulus, membuat Tuhan menyatakan diriNya bagi kita

Pengenalan kita akan Tuhan seharusnya membuat kita selalu rindu untuk memuji Dia, menyembah Dia dan selalu berada di hadiratNya. Dalam penyembahan, hadirat Tuhan akan membakar sifat kedagingan kita (seperti daging persembahan korban bakaran dan korban sembelihan yang terbakar) yang akan membuat kita semakin serupa dengan karakter Kristus. Ingat bahwa awal penciptaan manusia Ketika diciptakan segambar dan serupa dengan Allah ada di dalam hadiratNya.

Kita memang diciptakan untuk menyembah Tuhan Sang Pencipta. Itulah sebabnya di dalam roh manusia, ada keinginan untuk menyembah Allah (Pertanyaannya Siapa yang kita sembah selama ini? Bisa saja melalui mulut, kita memanggil2 nama Tuhan tetapi sesungguhnya hati kita jauh dari HadiratNya!  Prioritas didalam hidup kita dapat mendefinisikan siapa yang sedang kita sembah)

 Kalau Relasi dengan Allah menjadi Prioritas didalam hidup kita maka Kehadiran Allah pasti akan membawa dampak yang supranatural, karena kehadiranNya akan menyatakan sifat-sifat Pribadi Allah bagi kita sebagai ciptaanNya.
Allah akan menyatakan DiriNya kepada kita melalui Keintiman yang didasari oleh kasih akan DIA:

a.     KehadiranNya mendatangkan perlindungan, kekuatan dan keselamatan bagi kita (Mazmur 62:7) (Raja Daud didalam keintiman dengan Tuhan melahirkan mazmur2 yang luar biasa): Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku aku tidak akan goyah.

b.     KehadiranNya akan meruntuhkan kuasa roh jahat (2 Korintus 10:4; 1Samuel 16:23). (KISAH DAUD - ROH JAHAT DALAM DIRI SAUL) Tuhan memberikan perhatian kepada org yang intim dengan Nya. Kualitas Raja Daud adalah produk dari Relasi yang dia bangun Bersama Tuhan.

c.     KehadiranNya memberikan kemenangan karena Allah yang berperang bagi kita (2 Tawarikh 20:21-22-YOSAFAT MENANG ATAS MOAB dan AMON). termasuk menang terhadap pencobaan atau masalah ketika di proses Tuhan (1 Samuel 24:6-7).

d.     KehadiranNya melepaskan kita dari belenggu (Kisah Rasul 16:23-26-KISAH PAULUS & SILAS TERLEPAS dari BELENGGU dan PASUNG dipenjara). Apa yang sedang membelenggu hidup kita? Apakah dosa? Perkara dosa bukan hal yg biasa. Kalau biasa Kristus tidak perlu datang?

e.     KehadiranNya akan memberikan Hikmat, pewahyuan/ilham dan menuntun langkah kita. Roh kudus menyatakan kepada kita hal2 yang akan datang (Yohanes 16:13). Dalam keintiman kita dapat menangkap isi hati Tuhan.

f.      KehadiranNya mendatangkan penuaian jiwa-jiwa (Hati akan jiwa2 diberikan kepada kita) dan mendatangkan pemulihan yang melimpah (Kita dipulihkan-orang lain dipulihkan melalui hidup kita (Kisah Rasul 15:16-17).

3.    Keintiman dengan Tuhan menjadikan kita sebagai penyembah yang benar didalam roh dan kebenaran

Yohanes 4:22-23 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

(Dalam diskusi antara Yesus dan Perempuan Samaria, Tuhan mengungkap siapa perempuan ini, Tuhan memberikan pengertian tentang Air hidup dan berakhir dengan apa itu Penyembahan yang sebenarnya).

(Dari diskusi, Perempuan ini semakin mengenal Yesus secara pribadi, yg awalnya hanya seorang yahudi, seorang Nabi, Tuhan dan Juruselamat) Setelah mengalami Tuhan dia pergi bersaksi dan memberitakan tentang Kristus dan Banyak orang yang percaya kepada Tuhan.

Didalam keintiman ada penyembahan disana yang kita naikan kepada Tuhan.  Tetapi Tuhan menginginkan kita untuk menyembahNya didalam Roh dan kebenaran. Ketika pengenalan akan Tuhan terjadi dalam hidup kita, kita mengalami Tuhan dan Allah menyatakan pribadiNya bagi kita maka seharusnya lahir sebuah penyembahan   yang menyenangkan hati Tuhan yaitu “Menyembah Dia didalam Roh dan Kebenaran”.

Menyembah dalam roh, memiliki arti sikap hati atau sikap roh/ spirit yang mau tunduk kepada Tuhan atau mengakui kuasa Tuhan. 

Menyembah dalam kebenaran memiliki arti tunduk kepada kebenaran Tuhan atau dengan kata lain melakukan kebenaran Tuhan/ Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi yang Tuhan inginkan adalah bukan hanya menyembah Tuhan pada saat pertemuan doa dan ibadah seperti ini tetapi juga menyembah Dia dalam kehidupan sehari-hari dengan cara melakukan Firman.

Saudara/i penyembahan didalam roh dan kebenaran seperti korban yang harum yang kita persembahkan kepada Tuhan. Aroma apa yang keluar dari hidup kita saat-saat ini? Apakah aroma kedagingan, atau aroma wewangian lewat kehidupan penyembahan yang kita naikan kepadaNya.

Jadi, dari pengenalan secara pribadi kepada Tuhan, akan melahirkan sebuah penyembahan benar. Bapa menghendaki penyembah yang menyembah DIA di dalam roh dan kebenaran.

= TUHAN BERKATI =

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

YESUS DI ELU-ELUKAN DI YERUSALEM

BERANI MENJADI BERBEDA