YESUS DI ELU-ELUKAN DI YERUSALEM
Lukas 19:28-44
Dalam Kitab
Matius, Markus, Lukas dan Yohanes mencatat kisah ini (Kisah ini penting untuk
kita simak dan renungkan). Dari Kisah ini keempat injil menulis kisah yang sama
persis meskipun ada beberapa perbedaan berdasarkan latar belakang penulis, dan
mungkin posisi atau keberadaan mereka pada waktu itu.
Yesus di
elu-elukandi yerusalem gambaran tentang kedatangan Kristus. Penyambutan dengan
pohon Palem dan menghamparkan pakaiannya biasanya untuk mereka yang pulang dari
peperangan dan mengalami kemenangan.
Matius:
Matius menulis kepada pembaca berlatar
belakang Yahudi dan salah satu tujuan dari Injilnya itu memperlihatkan silsilah
Yesus dan penggenapan nubuat-nubuat Perjanjian Lama bahwa Yesus adalah Mesias
yang sudah lama dinantikan, dan harus dipercaya. Penekanan Matius adalah pada
Yesus sebagai Raja yang dijanjikan, sang “Anak Daud” yang akan duduk di tahta
Israel untuk selama-lamanya (Matius 9:27; 21:9).
Markus:
Markus, sepupu Barnabas (Kolose 4:10)
adalah saksi mata dari peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Yesus dan juga
merupakan sahabat dari Rasul Petrus.
Markus menulis kepada orang-orang non-Yahudi.
Lukas:
Lukas, "sang tabib yang kekasih”
(Kolose 4:14), penginjil dan pendamping dari Rasul Paulus menulis Injil Lukas
dan kitab Kisah Para Rasul. Lukas adalah satu-satunya penulis Perjanjian Baru
yang bukan orang Yahudi.
Oleh orang-orang yang menggunakan tulisannya
dalam studi geologis dan historis, sejak lama Lukas telah diakui sebagai
sejarahwan yang teliti. Sebagai sejarahwan, dia menjelaskan bahwa tujuannya
adalah untuk mencatat secara sistematis kehidupan Kristus berdasarkan
keterangan para saksi mata (Lukas 1:1-4).
Karena dia secara khusus menulis kepada
Teofilus, yang kelihatannya adalah orang non-Yahudi yang berkedudukan, Injilnya
ditulis untuk para pembaca non-Yahudi. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa
iman seorang Kristen itu berdasarkan peristiwa-peristiwa yang dapat dibuktikan
dan diandalkan secara historis.
Lukas sering merujuk Yesus sebagai "Anak
Manusia," menekankan kemanusiaan Kristus dan memberi banyak detail yang
tidak terdapat dalam catatan-catatan Injil lainnya.
Yohanes:
Injil Yohanes, ditulis oleh Rasul
Yohanes, berbeda dari ketiga Injil lainnya dan memuat banyak kandungan teologis
yang berkaitan dengan Kristus dan makna iman.
Matius, Markus dan Lukas sering disebut sebagai
"Injil Sinoptis" karena gaya dan isi mereka yang mirip-mirip, dan
karena mereka memberikan sinopsis dari kehidupan Kristus. Injil Yohanes dimulai
bukan dengan kisah kelahiran atau pelayanan Yesus dalam dunia, tapi dengan
pekerjaan dan karakteristik sang Anak Allah sebelum Dia menjadi manusia
(Yohanes 1:14). Injil Yohanes menekankan keillahian Kristus sebagaimana nyata
dari penggunaan frasa-frasa seperti "Firman itu adalah Allah"
(Yohanes 1:1), “Juruselamat dunia” (4:42), “Anak Allah” (digunakan
berulang-ulang), “Tuhan dan … Allah” (Yohanes 20:28) untuk menggambarkan Yesus.
Dalam Injil Yohanes, Yesus juga meneguhkan
kelillahianNya dengan beberapa pernyataan "Akulah", yang paling
menyolok adalah dalam Yohanes 8:58 di mana Dia mengatakan, "sebelum
Abraham ada, Aku (sudah) ada" (bandingkan dengan Keluaran 3:13-14).
Yohanes juga menekankan fakta kemanusiaan Yesus
Kristus. Pada bagian akhir dari Injilnya, Yohanes menuliskan tujuan dari
tulisannya, “ Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata
murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang
tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias,
Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya”
(Yohanes 20:30-31).
Renungan Pribadi:
Gambaran di
Matius agak berbeda (Terdapat 2 keledai yang satu Betina dan Yang satu Anak
keledai Muda), sedangkan di 3 injil yang lain hanya keledai muda.
Kisah ini
sebenarnya sudah dinubuatkan dalam Zakaria 9:9 : “Bersorak-soraklah
dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem!
Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan
mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda”.
Mari
kita renungkan:
“Luk
19:28 Dan
setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan
perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Setelah Yesus
menyampaikan perumpamaan tentang uang Mina, Dia meneruskan perjalanan (Tuhan
kita luar biasa - Yesus itu pribadi yang lebih dulu memulai segala sesuatu, Dia
selalu yang punya inisiatif terlebih dahulu, Tuhan itu selalu berjalan
mendahului kita, Dia sudah ada di masa depan kita). Ketika saya berusia 10
tahun, dia sudah ada diusia 40 tahun saya).
Yerusalem berbicara tentang Kota mempelainya Tuhan, Tuhan sudah berada
di Yerusalem mempersiapkan kita menjadi mempelaiNya yang sudah siap akan
kedatanganNya.
Luk 19:29 “Ketika
Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit
Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya”
(Jarak Bethania dengan Yerusalem sekitar 3Km) Betania tempat Lazarus
dibangkitkan, saudara dari Maria dan Martha. Betania kota yang special bagi Yesus karena
ada orang-orang yang Dia kasihi. Tempat keintiman dengan Tuhan, pengalaman
bersama dengan Tuhan Yesus (Betania desa yang sangat sederhana).
Betania bicara daerah Keintiman
bersama dengan Tuhan:
· Lazarus. Lazarus ini pernah dibangkitkan
oleh Yesus dari kematian. (Di dalam keintiman Tuhan akan membangkitkan roh kita?).
· Simon si kusta, yang mengadakan pesta perjamuan, 5 hari sebelum Yesus mati, di mana Yesus diurapi dengan minyak narwastu
yang mahal oleh Maria.
(Pengurapan berlangsung di dalam
keintiman/relasi dengan Yesus).
Proses hubungan dengan Tuhan, mulai
dari pengetahuan akan hadirat Tuhan, pengalaman dengan hadirat Tuhan, berlanjut
kepada pengurapan.
Kisah tentang orang yang diurapi tetapi tidak punya
pengalaman intim dengan Tuhan (Saul).
Kisah tentang orang yang diurapi tetapi dimulai dengan
pengalaman intim dengan Tuhan (Daud)
Sebelum masuk menjadi mempelai
Kristus, Tuhan mau kita punya pengalaman bersama dengan Tuhan, supaya kita
alami, jangan cuma mendengar Yesus dari orang lain.
Daud punya kisah pengalaman
bersama dengan Tuhan ketika Tuhan melepaskan dia dari terkaman Singa dan
serigala
.
Bagaimana dengan Betanianya kita? Atau kita tidak lagi mengalami
perjumpaan dengan Tuhan.
Luk
19:30 dengan
pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di
situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah
ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari.
Luk
19:31 Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa
kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya."
Luk
19:32 Lalu
pergilah mereka yang disuruh itu, dan mereka mendapati segala sesuatu seperti
yang telah dikatakan Yesus.
Luk
19:33 Ketika
mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang empunya keledai itu:
"Mengapa kamu melepaskan keledai itu?"
Luk
19:34 Kata
mereka: "Tuhan memerlukannya."
Luk 19:35
Mereka membawa keledai itu
kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik
ke atasnya.
Hidup didalam Tuhan (Didalam alkitab dikatakan bahwa hiduplah didalam
roh bukan hidup didalam daging)
Orang yang hidup didalam roh
dia seperti dia sudah hidup di masa depan. Ketika Tuhan suruh murid-muridNya
pergi Dia sudah kasih tau jawabannya. Tuhan sudah tahu mereka akan ketemu
dengan siapa disana dan apa yang akan ditanyakan, bahkan Tuhan sudah berikan
jawabannya. Dan apa yang terjadi tepat seperti apa yang Yesus katakan, dan
mereka juga katakan seperti apa yang Tuhan sampaikan kepada mereka.
Kalau
orang bertanya dalam hidupmu (Ayat 34) :
Kenapa engkau ikut Tuhan? Katakan kepada dia “Tuhan memerlukan saya, Tuhan perlu saya untuk
kerajaanNya”.
Kalau kita ikut Tuhan karena
orangtua kita, atau teman kita maka suatu saat kita bisa tinggalkan Tuhan. Kalau kita dengan tekun mencariNya maka kita akan temukan Dia.
Ketika kita diperhadapkan
ditakhta penghakiman maka orangtua kita tidak akan bisa menolong kita!
Luk 19:36 Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu
mereka menghamparkan pakaiannya di jalan.
Luk 19:37
Ketika Ia dekat Yerusalem, di
tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi
Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat
yang telah mereka lihat.
Luk 19:38
Kata mereka: "Diberkatilah
Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan
kemuliaan di tempat yang mahatinggi!"
Luk 19:39
Beberapa orang Farisi yang
turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, tegorlah
murid-murid-Mu itu."
Luk 19:40
Jawab-Nya: "Aku berkata
kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak."
Biasanya rakyat menyambut dengan pohon
palem/pakaian/ranting-ranting adalah mereka yang
pulang dan menang dalam peperangan.
Mereka yang menyambut Yesus pasti adalah
orang-orang yang pernah mengalami mujizat,
mereka yang mengagumi Yesus dan mereka tahu bahwa
Yesus adalah Raja.
Dan pikirnya mereka Yesus datang untuk
membebaskan mereka dari penjajahan bangsa
romawi, pikirnya mereka Yesus datang seperti
raja-raja dibumi yang akan mengokohkan
kerajaannya dengan pedang dan perang.
Kenapa Yesus naik keledai dan bukan kuda
(Keledainya dungu lagi).
Keledai lambang kedamaian, dan Kuda lambang
peperangan, kekuatan dan keperkasaan! Yesus
datang memberikan kedamaian bukan datang sebagai
raja yang mau berperang secara fisik!
Yesaya 9:5 : Sebab seorang anak telah
lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang
pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat
Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
Tahukah kita Yesus datang memberikan kedamaian
didunia harus pakai sarana, sarananya
keledai muda yang dungu (bukan keledai betina
yang sudah tua).
Keledai itu melambangkan anda
dan saya yang masih muda dan dungu menurut dunia. Pakaian melambangkan
kebesaran dunia dan pohon palem lambang penghormatan.
Posisi pakaian dan pohon palem berbeda (Ini perenungan saya)
Pakaian
pasti diletakkan di jalan (melambangkan kebesaran orang-orang dunia). Ketika
kita membiarkan Tuhan menunggangi hidup kita, maka engkau akan melihat Tuhan
membawa hidupmu mempermalukan kebesaran orang-orang fasik.
Pohon palem
mungkin mereka taruh dijalan, mungkin juga mereka pegang dan
melambai-lambaikannya. (Kalau dalam perayaan pondok daun mereka memegang daun
palem, melambaikannya dan menyerukan Hosana).
Ketika Yesus
menunggangi hidup kita, banyak orang akan berkata Hosana bagi sang raja
(terjemahannya adalah keselamatan dari Tuhan sudah datang didalam hidupku).
Jangan berhenti menyembah,
memuji dan memuliakan Dia, kalau engkau tidak memuji dan memuliakanNya, Tuhan
bisa buat batu-batu berteriak dan memuji Dia.
Keledai itu tidak menjadi focus
dari orang-orang yang memuji, tetapi yang jadi focus Tuhan Yesus supaya yang
dimuliakan itu Yesus bukan manusia.
Luk 19:41
Dan ketika Yesus telah dekat
dan melihat kota itu, Ia menangisinya,
Luk 19:42
kata-Nya: "Wahai, betapa
baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai
sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
Luk 19:43
Sebab akan datang harinya,
bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan
menghimpit engkau dari segala jurusan,
Luk 19:44
dan mereka akan membinasakan
engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan
satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak
mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."
Yesus menangisi Yerusalem
karena sebentar lagi kota ini akan dihancurkan. Dan ternyata 70 M, kota
dihancurkan berkeping-keping.
Yerusalem menggambarkan kota
putri-putriNya. (Melambangkan mempelaiNya) Yesus menangisi mereka terlebih
dahulu setelah itu ketika perjalanan Yesus ke Golgota maka putri-putri
Yerusalem menangisi Yesus tetapi Yesus berkata Jangan tangisi aku tetapi
tangisilah dirimu dan anak-anakmu.
Tangisilah hidup kita sebagai
gereja (bukan gedung tetapi pribadi kita) dan mempelaiNya berulah tangisi
generasi ini supaya kemuliaan Tuhan dinyatakan. (Ayo serahkan hidup kita
sungguh-sungguh kepada Tuhan, jangan sampai iblis memporak-porandakan dan
menghancurkan hidup kita).
Tuhan juga pasti sedang
menangis bagi manusia (maukah kita berikan hidup kita supaya Dia ambil alih?)
Apa yang masih mengikat
kehidupan kita sehingga kita tidak bisa melihat kemuliaan Tuhan?
Kira-kira cintamu sama pacarmu, isterimu, suamimu atau apapun lebih besar atau cintamu sama Tuhan yang lebih besar?
Mat 21:10
Dan ketika Ia masuk ke
Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang
ini?"
Mat 21:11 Dan
orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di
Galilea."
Ketika Tuhan
ada dalam hidup kita dan kita berjalan bersama-sama dengan Dia, pasti orang
akan bertanya siapakah dia? Dan pada akhirnya orang akan berkata dia sungguh “Pengikut Kristus". Amin
Komentar
Posting Komentar